Senin, 20 Maret 2017

Kosong Yang Terisi

Ini senin, bagiku selalu ramai. Ramai dengan segala kesibukan setelah libur dari segala macam aktivitas rutin yang membosankan. Senin yang menggairahkan, hingga cucian yang semalam direndampun terabaikan. "Besok sajalah...lelah..." pikirku

Ini tentang catatan kosongku. Aku pikir, akan terus kosong, tanpa ada kejadian special satupun. Ternyata aku salah. Kosong itu, mulai terisi... Dengan apa?? Cinta, pekerjaan, atau apa???! Masa depan...

Ya, terisi dengan masa depan, mungkin begitu menurutku. Soal cinta itu tak perlu, Allah sudah beriku lebih dari Cinta-Nya. Soal pekerjaan itu nomor dua, karena rezekiku sudah Allah jamin saat aku masih berada dalam kandungan Emak.

Bicara soal Emak, rindu juga sama Emak. Sudah 5 tahun Emak pergi, tak sempat pamit, tak sempat bertatap muka, tak sempat berpeluk cium. Hanya do'a-do'a terus teruntai saat kepergiaan Emak dulu.

Dulu, aku selalu berpikir Allah tidak menyayangiku, karena tak mengizinkan aku untuk bertemu Emak disaat-saat terakhir kepergian Emak. Tapi kemudian, aku mengambil hikmah dari peristiwa itu. Sekarang, aku selalu merasa Emak itu ada, dan selalu menungguku pulang. Aku rindu, Emak....😢

Do'akan anak bontotmu ini bisa menemukan pelabuhan terakhirnya. Biar bisa kayak Emak sama Abah, tak terpisahkan. Do'akan anak bungsumu ini sehat dan tegar menjalani hari-harinya bersama anak semata wayangnya. Do'akan, mak....

Biarlah catatan kosong ini terisi dengan sendirinya. Oleh kebahagiaan tentunya. Hingga penuh, meluap, dan sesak dengan kebahagiaan bathin dan hakiki. Penuh Rahmat dan Ridlo sang Ilahi.

Selamat petang catatan kosong yang terisi....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar