Ini jum'at terdamai sepanjang tahun 2017. Mencoba tetap tersenyum tulus untuk meninggalkan sebuah harapan yang tak akan pernah terwujud. Bagiku tidak, entah bagi Allah. Andai saja itu terjadi, rasanya itu tak mungkin buatku.
Tak ada yang istimewa sebenarnya. Tapi ada hal lain yang bisa membuat aku berharap banyak pada hal baru. Tetap saja, hal bernama masa lalu itu tak akan pernah pergi. Tapi akan terus aku simpan untuk merangkai semua pengalaman baru di tahun ini.
DIA tak boleh tersentuh sedikitpun dalam catatan kosongku. Hingga saat ego datang, aku menangis, kesal, dan meminta pada Tuhan untuk menghilangkan ingatanku tentang DIA. Seketika itupun, Tuhan menjawab permintaanku. Semua, apapun hal bernama masa lalu hilang dalam sekejap. Aku sedih sepersekian detik, lantas kembali bangkit dan kembali tersenyum untuk sebuah harapan yang lain.
Bissmillah, ingatan itu tak akan pernah hilang, tapi bila terus mengingatnya, dengan terus melihat, dan mengulang semua kenangannya, kita tak akan pernah bisa menghentikannya. Jadi, setelah semua catatan itu hilang, aku mencoba untuk membiarkannya dan merangkulnya. Bukan mencoba melupakannya....
Terima kasih Maret, semoga menjadi awal yang baik untuk tahun ini.
Selamat ulang tahun, untuk adikku, At-Soe, barrakallah fii umrik...
Selamat malam masa depan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar